4 Tindakan Ringan Mencegah Resign Bekerja Sebagai Solusi Segala Masalah

Resign merupakan bukan menjadi solusi dari semua masalah dalam pekerjaan, kamu perlu memperhatikan banyak hal sebelum memutuskan untuk resign.

Closeup Of A Personal Agenda Setting An Important Date Written W

Tindakan Ringan Mencegah Resign Bekerja Sebagai Solusi Segala Masalah – Memutuskan untuk resign bekerja bukanlah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang walaupun mereka menginginkannya. Apalagi jika selepas resign, mereka belum mematangkan rencana selanjutnya. Alhasil, malah akan menambah beban pikiran yang menyurutkan semangat dan kepercayaan diri. Maka, agar tidak semua permasalahan di kantor diatasi dengan resign, berikut beberapa tips yang harus dicoba.

Lakukan Hal Berikut Agar Tidak Mudah Memutuskan Resign

  1. Jangan terpaku pada masalah

Setiap tahapan dalam hidup sangat jarang bebas masalah, termasuk juga saat Anda berada di tahap meniti karir. Permasalahan kerap datang akibat tekanan deadline pekerjaan, atasan yang bossy dan strict, atau rekan kerja yang menyebalkan. Apabila Anda terus menerus mengeluhkannya, justru akan semakin membebani Anda hingga menjadikan resign menjadi seolah-olah solusi satu-satunya.

Oleh sebab itu, mulailah mengubah pola pikir bahwa segala masalah adalah tantangan baru yang harus ditaklukkan. Membiasakan memandang segala hal dengan pola pikir semacam itu, setidaknya akan membantu meringankan beban mental. Anda pun akan lebih mampu berpikir dengan jernih. Sementara, eksekusinya tidak harus selalu sempurna. Lakukan secara perlahan dan semampu Anda.

  1. Fokus pada pekerjaan

Apabila Anda tidak menyukai atasan atas dasar beberapa alasan misalnya terlalu banyak menuntut, maka cobalah untuk tidak menunjukannya secara frontal. Tetaplah fokus pada pekerjaan Anda hingga selesai. Justru dengan semakin cepat menyelesaikan pekerjaan yang diminta, maka Anda tidak perlu berurusan lebih lama lagi dengan atasan. Sederhana, bukan?

Apabila menghadapi masalah kesulitan beradaptasi, maka berusahalah untuk selalu bersikap profesional dan menunjukkan hasil kerja yang bagus. Dengan memiliki performa yang bagus, Anda pasti akan berkembang dan mendapatkan kesempatan pekerjaan yang lebih beragam karena atasan sudah memiliki kepercayaan kepada Anda. Selain itu, Anda akan mendapatkan exposure lebih luas sehingga memudahkan proses adaptasi.

  1. Hindari rekan kerja yang toxic

Sangat menyebalkan memang apabila berada di dekat rekan kerja yang punya sifat ‘toxic’ yang merugikan banyak orang. Beberapa sifat toxic yang mungkin Anda temui di lingkungan kerja antara lain:

a) rekan kerja yang selalu lari dari tanggungjawab pekerjaan dan melimpahkannya ke orang lain

b) rekan kerja bermuka dua dan pintar ‘menusuk’ dari belakang;

c) rekan kerja penjilat;

d) rekan kerja yang mengagungkan senioritas.

Agar tidak menjadi korbannya, maka wajib meminimalisir komunikasi dengan mereka kecuali dalam urusan pekerjaan. Anda harus tetap fokus pada peningkatan kinerja diri sendiri tanpa terpengaruh oleh mereka. Semakin Anda berkembang dan menunjukkan potensi yang tinggi, tidak menutup kemungkinan Anda akan mendapat promosi jabatan dan meninggalkan mereka di belakang, bukan?

  1. Tinjau ulang tujuan bekerja

Sebelum memantapkan diri melamar ke suatu perusahaan, Anda harus mengetahui tujuan dari keputusan tersebut. Apakah bekerja semata karena tidak ingin dibilang pengangguran ataukah memang keinginan untuk mengembangkan dan mengabdikan diri. Tujuan tersebutlah yang harus terus Anda pegang agar tidak goyah ketika di tengah jalan. Apabila, ada rasa ingin menyerah, maka tinjaulah ulang.

Bukan berarti tujuan Anda salah ketika merasa ingin resign kerja, hanya saja Anda harus menyikapinya dengan bijak. Apabila tujuan Anda bekerja adalah mengaplikasikan ilmu yang didapat namun kenyataannya Anda tidak mampu mengerjakan pekerjaan dengan sempurna, maka jangan down. Justru Anda harus meningkatkan kapasitas diri dengan bertanya pada senior sembari membaca banyak buku yang relevan.

Memotivasi orang lain memang terasa lebih mudah dibandingkan memotivasi diri sendiri ketika dilanda masalah. Namun, akan lebih sulit lagi untuk bangkit apabila Anda membiarkan diri sendiri terpuruk. Oleh sebab itu, luaskan sudut pandang dan kesabaran sehingga segala permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan tidak selalu menjadikan resign sebagai solusi.

Cari info lowongan kerja terbaru di JakartaKerja

X
X