Jobseeker Adalah Pencari Kerja: Arti, Cara Daftar Resmi, dan Skill yang Dicari

Untuk kamu yang sedang mencari pekerjaan ketahui value apa yang ada dalam diri kamu untuk menjadi nilai plus

Pencari kerja berbicara dengan perekrut sambil membawa map biru

Jobseeker adalah sebutan dalam bahasa Inggris untuk pencari kerja, yaitu orang yang sedang mencari pekerjaan. Istilah ini sering muncul di iklan lowongan, aplikasi lowongan, dan media sosial. Kadang ditulis terpisah menjadi job seeker, tetapi artinya sama.

Siapa saja bisa menjadi jobseeker: lulusan baru yang mencari pekerjaan pertama, orang yang baru terkena PHK, sampai karyawan yang masih bekerja tetapi ingin pindah. Artikel ini menjelaskan arti jobseeker menurut aturan ketenagakerjaan, cara terdaftar sebagai pencari kerja, skill yang paling dicari perusahaan, dan langkah praktis supaya pencarian kerjamu lebih terarah.

Jobseeker Adalah Pencari Kerja: Arti dan Contohnya

Dalam aturan ketenagakerjaan Indonesia, padanan jobseeker adalah pencari kerja. Permenaker Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri mendefinisikan pencari kerja sebagai angkatan kerja yang sedang menganggur dan mencari pekerjaan, maupun yang sudah bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan. Mereka bisa mendaftar ke pelaksana penempatan tenaga kerja atau melamar langsung ke pemberi kerja.

Artinya, status jobseeker tidak hanya untuk orang yang belum bekerja. Beberapa contoh yang termasuk pencari kerja:

  • Lulusan SMA, SMK, atau kuliah yang sedang mencari pekerjaan pertama.
  • Pekerja yang kontraknya selesai atau terkena PHK dan sedang mencari tempat kerja baru.
  • Karyawan yang masih bekerja tetapi ingin pindah ke perusahaan atau bidang lain.
  • Orang yang ingin kembali bekerja setelah jeda, misalnya setelah mengurus keluarga.

Jobseeker, job seeker, atau pencari kerja?

Ketiganya merujuk pada hal yang sama. Di CV dan surat lamaran berbahasa Indonesia, istilah “pencari kerja” atau “pelamar” lebih lazim dipakai. Istilah jobseeker lebih sering muncul di platform lowongan, profil media sosial, dan percakapan sehari-hari.

Jobseeker aktif dan pasif

Di dunia rekrutmen, pencari kerja sering dibagi menjadi dua. Jobseeker aktif sedang rajin melamar dan menghadiri wawancara. Jobseeker pasif sudah bekerja dan tidak sedang melamar, tetapi terbuka bila ada tawaran yang lebih cocok. Kalau kamu termasuk yang pasif, jaga CV dan profil profesionalmu tetap terbaru supaya mudah bergerak saat peluang datang.

Cara Terdaftar sebagai Pencari Kerja Resmi

Pemerintah punya layanan digital untuk pencari kerja bernama SIAPkerja (Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan). Menurut Permenaker 18 Tahun 2024, SIAPkerja menerbitkan SIAPkerja-ID, yaitu kartu digital angkatan kerja yang berisi identitas diri dan status ketenagakerjaanmu. Aturan yang sama menyebut pencari kerja yang direkrut langsung oleh pemberi kerja harus memiliki SIAPkerja-ID.

Langkah umumnya sederhana:

  1. Buat akun SIAPkerja dengan data diri yang sesuai KTP.
  2. Lengkapi profil: pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan sertifikat yang kamu miliki.
  3. Cari lowongan lewat Karirhub Kemnaker, lalu lamar posisi yang cocok.
  4. Perbarui profilmu setiap kali ada pengalaman atau pelatihan baru.

Terdaftar di SIAPkerja tidak membuatmu otomatis mendapat pekerjaan, tetapi profil yang lengkap memudahkan saat melamar lewat jalur resmi. Kamu tetap bisa mencari lowongan di situs lain dan melamar langsung ke perusahaan.

Skill yang Paling Dicari Perusahaan dari Jobseeker

Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, yang menyurvei lebih dari 1.000 pemberi kerja di 55 negara, memberi gambaran skill yang dianggap penting. Berpikir analitis tetap menjadi skill inti paling dicari: 7 dari 10 perusahaan menganggapnya penting. Urutan berikutnya adalah ketahanan, fleksibilitas, dan kelincahan (resilience, flexibility and agility), lalu kepemimpinan dan pengaruh sosial. Berpikir kreatif serta motivasi dan kesadaran diri berada di urutan keempat dan kelima.

Laporan yang sama memperkirakan rata-rata 39 persen skill yang dimiliki pekerja saat ini akan berubah atau usang pada periode 2025-2030. Skill yang kebutuhannya tumbuh paling cepat adalah AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi.

Skill Artinya dalam pekerjaan sehari-hari Cara menunjukkannya saat melamar
Berpikir analitis Memahami masalah, membaca data sederhana, dan mengambil keputusan masuk akal Ceritakan masalah yang pernah kamu selesaikan dan langkah yang kamu ambil
Ketahanan dan fleksibilitas Tetap bekerja baik saat target berubah atau situasi tidak ideal Beri contoh saat kamu beradaptasi dengan perubahan jadwal atau tugas
Kepemimpinan Mengajak orang lain bergerak dan bertanggung jawab atas hasil Sebut peran sebagai ketua kegiatan, koordinator shift, atau penanggung jawab proyek
Berpikir kreatif Mencari cara baru yang lebih efektif Tunjukkan ide yang pernah kamu usulkan dan hasilnya
Literasi teknologi Nyaman memakai aplikasi kerja, spreadsheet, dan alat digital Cantumkan aplikasi yang kamu kuasai beserta contoh pemakaiannya

Hard skill dan soft skill sama-sama bisa dilatih

Hard skill adalah kemampuan teknis yang bisa diukur, seperti mengoperasikan spreadsheet, mendesain, atau mengemudi. Soft skill adalah cara kamu bekerja dengan orang lain dan dengan dirimu sendiri, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu. Anggapan bahwa soft skill adalah bakat bawaan yang tidak bisa dipelajari kurang tepat. Soft skill bisa dilatih lewat organisasi, kerja paruh waktu, kegiatan sukarela, atau pelatihan.

Langkah Praktis Jobseeker di Jakarta

Bila kamu mencari kerja di Jakarta, mulailah dari lowongan yang sesuai dengan pendidikanmu. Di JakartaKerja.com sepanjang September 2026, sekitar 82 persen lowongan menerima lulusan SMA/SMK. Satu lowongan bisa mencantumkan beberapa jenjang sekaligus, jadi lulusan diploma dan sarjana juga punya banyak pilihan. Kamu bisa langsung melihat daftar lowongan lulusan SMA/SMK atau membaca data lowongan kerja Jakarta untuk melihat bidang dan wilayah yang paling ramai.

Soal pengalaman, sekitar 62 persen lowongan pada periode yang sama terbuka untuk pelamar tanpa pengalaman. Angka ini tumpang tindih dengan lowongan yang meminta pengalaman 1-2 tahun, karena banyak iklan menerima keduanya. Jadi, jangan ragu melamar meski pengalamanmu masih sedikit, selama syarat lain terpenuhi.

Tangan pelamar memasukkan map dan kemeja wawancara ke tas merah
Siapkan berkas dan perlengkapan agar langkah melamar lebih teratur.

Beberapa kebiasaan yang membantu pencarian kerja tetap terarah:

  1. Pilih dua atau tiga bidang sasaran. Melamar ke semua jenis lowongan sering membuat CV terasa tidak fokus.
  2. Sesuaikan CV untuk setiap bidang. Tonjolkan skill yang diminta iklan, bukan semua hal yang pernah kamu kerjakan.
  3. Catat lamaran yang sudah dikirim. Tulis tanggal, posisi, dan tahapannya supaya kamu tahu kapan perlu menindaklanjuti.
  4. Latih satu skill baru. Pilih yang relevan dengan bidang sasaranmu, misalnya spreadsheet untuk admin atau komunikasi untuk sales.
  5. Tindak lanjuti dengan sopan. Bila belum ada kabar setelah satu sampai dua minggu, kirim satu pesan singkat untuk menanyakan status lamaranmu.

Mencari kerja bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Atur ritme harian, misalnya pagi untuk mencari dan mengirim lamaran, lalu siang untuk belajar skill baru. Ritme seperti ini membantumu tetap produktif dan tidak cepat kehabisan semangat saat panggilan belum datang.

Untuk menyusun CV yang menonjolkan kemampuan, baca tips membuat CV sesuai dengan kemampuan sebelum mulai melamar.

Hindari Jebakan Saat Mencari Kerja

Jobseeker yang sedang butuh pekerjaan sering menjadi sasaran penipuan. Permenaker 18 Tahun 2024 melarang portal lowongan kerja memungut biaya dari pencari kerja, dan melarang lembaga penempatan swasta memungut biaya penempatan dari pencari kerja kecuali untuk jabatan tertentu sesuai peraturan. Jadi, permintaan uang agar lamaranmu diproses patut dicurigai.

Tanda lain yang perlu diwaspadai: undangan wawancara dari nomor pribadi tanpa nama perusahaan yang jelas, janji langsung diterima tanpa seleksi, dan permintaan data rekening atau kode OTP. Kenali polanya lewat artikel ciri-ciri penipuan lowongan kerja, lalu cari lowongan kerja Jakarta dari sumber yang mencantumkan nama dan alamat perusahaan dengan jelas.

FAQ Seputar Jobseeker

Apa arti jobseeker dalam bahasa Indonesia?

Jobseeker artinya pencari kerja, yaitu orang yang sedang mencari pekerjaan, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja tetapi ingin pindah.

Apakah karyawan yang ingin pindah kerja termasuk jobseeker?

Ya. Permenaker 18 Tahun 2024 memasukkan orang yang sudah bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan ke dalam pengertian pencari kerja.

Skill apa yang paling dicari perusahaan?

Menurut Future of Jobs Report 2025, berpikir analitis menjadi skill inti paling dicari, diikuti ketahanan dan fleksibilitas serta kepemimpinan. Skill teknologi seperti AI, big data, dan literasi teknologi tumbuh paling cepat.

Apakah soft skill bisa dipelajari?

Bisa. Komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu bisa dilatih lewat organisasi, kerja paruh waktu, kegiatan sukarela, atau pelatihan.

Di mana jobseeker bisa mendaftar secara resmi?

Pencari kerja bisa membuat akun di SIAPkerja milik Kemnaker untuk mendapatkan SIAPkerja-ID, lalu mencari lowongan lewat Karirhub.

Bagikan
Follow JakartaKerja Ikuti Kami